Skinny Love

Guilty pressure

That boy

Iya laki-laki yang itu, memang menurutku dia belum layak disebut pria seperti dia yang lainnya. Mengapa? Karena sifat yang ia miliki jauh dari kata pria. Tapi bagaimanapun itu, aku suka padanya. Sebagai teman. Serius. Mungkin apabila ia bertingkah layaknya lelaki, aku bisa gila. Perhatiannya, kata-kata manisnya, apalagi ya? Ah aku hampir lupa. Sekarang dia juga menghilang. Ya mungkin dia sibuk. Bagaimana tidak, dia… Dia sibuk ingin mengejar cita-citanya. Yasudahlah harusnya aku pun begitu. Agar kelak kemudian hari kita bertemu. Entah itu dijalan atau mungkin di lain kesempatan. Kuharap kau berhasil ya disana. S.T

Distance

I miss my best-boy-friend and he stays about 364miles away from here. And i never meet him since the end of junior high school. And we haven’t talk for 4month because now he’s gonna be a good cop then. Everytime i miss him i usually re-read our conversation. He’s not the sweetest one like anyone else but when i’m having a conversation with him i’m so.. ummm there’s no words can describe my feeling. No, i’m not fall in love with him no baby. Never. I love the way he gives me advice, and anything about life because he’s the smartest guy i ever met. And in this month, we’ll meet again.

Hometown

Sometimes, i kinda miss my hometown. Iya terkadang saya merindukan kampung halaman saya. Bisa juga disebut sebagai rumah kedua.

Bagaimana tidak?

Di kota itulah aku menemukan kedamaian, banyak sanak saudara, dan yang terpenting lagi adalah suasana kekeluargaan yg sangat aku rindukan.

Semenjak kejadian itu memang rasanya semakin aneh. Misunderstanding suck. It can ruins everything. Andai itu tidak pernah terjadi mungkin tidak seperti ini jadinya.

Sayangnya itu realita, itu kenyataan bukan mimpi. Jikalau itu mimpi, aku akan segera terbangun karena itu merupakan mimpi buruk.

I miss my big family there. But now all dissapear.

Semua ini karena salah paham. Namun juga kepercayaan, ya mungkin bisa diibaratkan dengan menyatukan kembali serpihan piring pecah. It still work but different. Karena ada “retakan” disana. Benar?

Sedikit aneh memang, they’re not children anymore. Mereka org tua, does maturity depends on age? Statement itu sepertinya ngga bener. They should solve their problem. But they can’t.

Hal inilah yg membuat terpecah.

Jalan sendiri di jalannya masing-masing.

#hh

I have a crush on my best friend. He’s kinda cute, smart, open minded, badass, but i adore him. When we’re together that’s the best time of my life. We’re grow apart. We’ve changed, a lot. Jadi udahan have a crush on him-nya. Jadi ke him yang lain deh, bye.

Dah

Iya, dah.. dadah untuk seragam putih abu yang udah menemani disaat suka duka sedih bahagia dan lain sebagainya. Gila ya, jadi udah 12 taun saya belajar? apa aja yang udah saya dapet? Apa itu semua cukup? Ah jelas tidak. Jelas tidak cukup. Bukan karena aku merupakan manusia yang tidak pernah puas namun memang begini adanya. Selepas putih abu saya harus bersaing dengan ratusan ribu pelajar sepertiku demi mendapat kursi di perguruan tinggi negeri yg saya inginkan. Apa itu mudah? Mereka bilang apabila kita belajar ya tidak ada yg tidak mungkin tapi bagi saya? Ah saya tidak cukup pintar untuk menaklukan soal macam itu, bahkan sampai saat ini.. I havent find my destination where should i go.

Ini mimpiku di tahun 2014, saya ingin masuk Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia atau Universitas Gajah mada atau STAN. AMIN! Semangat buat kalian semua hey 2014-ku!

-

It’s funny how people change. And yes, i’m changed, after all of that fucking silly thing you do to me. I’d love to say… YOU DONT DESERVE ME DUDE!

Biadab

Sejuta mata memandangnya namun tak satupun menganggapnya indah, dan salah satu dari jutaan pasang mata yang memandangnya adalah aku. ya memang benar, aku tidak mengikuti pendapat mereka. Hanya saja pendapatku dengan mereka sama. Terlalu bodoh untuk setiap raga yang terjatuh hanya untuknya, memang benar, tak ada sedikitpun nilai tambah yang bisa didapat darinya. Tak pernah terfikirkan olehku mengapa ia seperti itu. Tak ada satupun yang dapat mengerti betapa anehnya pola fikir yang ia miliki. Semua orang yang telah memberitahukannya ia abaikan. Ia selalu bermain dengan api, ia api. Bukan benda yang cukup aman untuk dipakai bermain bukan? Namun ya itulah dia. Api sepanas apapun dapat ia mainkan dengan lantunan irama dari hatinya yang tak bertuan. Sungguh ironi sekali. Menganggap dirinya bagai ratu kecantikan sehingga ia mengira sejuta pria dapat bertekuk lutut dihadapannya namun nyatanya disini tidak ada yang menganggap ia ada, bahkan seorangpun tidak.